Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Siswa RI Semakin Enggan Belajar Sains, Pakar UGM Ungkap Penyebabnya

    Mar 01 2025356 Dilihat

    Minat belajar sains menurun – Minat siswa Indonesia terhadap sains menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini memicu kekhawatiran dari para akademisi dan pakar pendidikan karena sain memiliki peran penting dalam teknologi dan inovasi.

    Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minatsaintek), Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Yudi Darma, menyebut penurunan ini terutama terjadi di fakultas MIPA, khususnya fisika, hingga beberapa universitas menutup program studi tersebut.

    Yudi menilai situasi ini mengkhawatirkan, mengingat fisika berperan fundamental dalam teknologi modern. Jika tren ini berlanjut, Indonesia bisa semakin tertinggal dalam penguasaan teknologi dan riset ilmiah.

    Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Inkuiri untuk Pembelajaran Sains

    Metode Pembelajaran Sains yang Masih Menekankan Hafalan

    Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si, selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerjasama FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya minat siswa terhadap sains.

    Salah satu penyebab utamanya adalah metode pembelajaran yang kurang menarik. Menurutnya, sistem pendidikan sains di Indonesia masih menekankan hafalan rumus dan teori, tanpa memberikan pengalaman eksploratif yang cukup kepada siswa.

    “Belum lagi, kurangnya eksperimen dan praktik langsung membuat sains terasa abstrak dan sulit dipahami,” ungkap Wiwit dalam publikasi resmi UGM, Senin (24/2/2025).

    Keterbatasan fasilitas laboratorium juga memperparah kondisi ini. Akibatnya, siswa lebih banyak belajar teori dibandingkan praktik, padahal eksperimen langsung menjadi kunci utama dalam memahami konsep sains. Selain itu, sistem evaluasi berbasis ujian yang lebih menekankan hafalan daripada pemahaman mendalam juga menjadi faktor penghambat.

    Sains Dianggap Kurang Relevan dengan Kehidupan Sehari-hari

    Wiwit menambahkan kurangnnya minat terhadap sains karena masih banyak siswa menganggap sains tidak berhubungan langsung dengan kehidupan mereka. Padahal, hampir semua teknologi yang mereka gunakan sehari-hari, seperti internet, ponsel, dan kendaraan, merupakan hasil dari ilmu sains. Kurangnya pemahaman ini membuat minat belajar sains menurun.

    “Ketidakmampuan melihat manfaat langsung dari ilmu sains membuat mereka kehilangan motivasi untuk mempelajarinya. Banyak siswa merasa takut terhadap simbol, angka, dan persamaan matematika yang kompleks. Narasi hanya orang jenius yang bisa memahami membuat banyak siswa menyerah sebelum mencoba,” jelasnya.

    Minimnya Figur Inspiratif dalam Dunia Sains

    Kurangnya figur inspiratif dalam bidang sains juga menjadi penyebab menurunnya minat siswa.
    Dr. Wiwit Suryanto menyoroti bahwa banyak siswa tidak mengenal ilmuwan besar seperti Michael Faraday, yang memiliki kontribusi besar dalam bidang elektromagnetisme. Hal ini berbanding terbalik dengan profesi di bidang bisnis, seni, dan hiburan yang sering mendapat sorotan luas di media populer, membuat siswa lebih tertarik ke bidang tersebut dibandingkan sains.

    Menurut Wiwit, kehadiran sosok inspiratif di bidang sains sangat penting untuk membangun ketertarikan dan motivasi siswa dalam mempelajari sains. Di masa lalu, Indonesia memiliki figur seperti B.J. Habibie, seorang teknokrat yang menjadi panutan banyak generasi. Namun, saat ini, figur ilmuwan dalam negeri kurang mendapat sorotan, sehingga siswa sulit menemukan role model yang bisa membangkitkan semangat mereka dalam mendalami sains.

    Indonesia Berisiko Bergantung pada Teknologi Impor

    Wiwit khawatir jika minat terhadap fisika terus menurun, Indonesia akan semakin bergantung pada teknologi dari luar negeri. Sementara itu, negara-negara seperti China, Jepang, dan Amerika Serikat terus berinvestasi besar-besaran dalam penelitian sains dan teknologi.

    “Tanpa ilmuwan dan peneliti muda, sulit bagi Indonesia untuk menemukan solusi inovatif bagi masalah-masalah ini,” paparnya.

    Sebagai solusi, Wiwit menyarankan agar metode pembelajaran sains lebih berbasis eksperimen dan proyek. Penggunaan teknologi digital seperti coding interaktif dan augmented reality dapat diterapkan untuk membuat sains lebih menarik.

    Selain itu, kunjungan industri ke perusahaan teknologi juga dapat meningkatkan minat siswa terhadap bidang ini. Menghadirkan figur inspiratif dari dunia sains dalam pembelajaran atau seminar, juga bisa menjadi langkah strategis untuk membangkitkan kembali minat siswa terhadap ilmu pengetahuan.

    Baca artikel kami lainnya:

    Olimpiade Sains Airlangga (OSA)

    Sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7793005/sains-makin-kurang-diminati-siswa-ri-pakar-ugm-sebut-penyebabnya-karena-ini

    Penulis: Sarwo

    Share to

    Related News

    Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong regenerasi petani muda sebagai langkah strategis memperkuat pertanian dan ketahanan pangan nasional.

    Regenerasi Petani Muda Dipercepat, Menta...

    by Dec 22 2025

    Jumlah pengunjung : 85 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pe...

    “Pemkab Bantul menerima tambahan bus sekolah gratis dan mematangkan rute layanan untuk pelajar. Persiapan armada dan rute sedang finalisasi.”

    Gratis untuk Pelajar! Bantul Tambah Bus ...

    by Dec 19 2025

    Jumlah pengunjung : 123 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah...

    mendikdasmen ajak peserta didik jadi anak indonesia hebat program anak indonesia hebat kemendikdasmen cara membentuk karakter anak sejak dini pendidikan karakter siswa di indonesia kebiasaan positif anak di sekolah

    Mendikdasmen Dorong Peserta Didik Bangun...

    by Dec 17 2025

    Jumlah pengunjung : 112 JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti...

    insentif guru honorer 2026;Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer Jadi Rp400 Ribu Mulai 2026

    Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer...

    by Dec 15 2025

    Jumlah pengunjung : 144 JAKARTA—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memasti...

    geopark Jogja, geosite DIY, konservasi geologi Jogja, Jogja Geopark Youth Forum, dan pelestarian geopark.

    Jogja Geopark Youth Forum Perkuat Edukas...

    by Dec 12 2025

    Jumlah pengunjung : 125 JOGJA—Upaya edukasi dan konservasi geopark di DIY semakin diperkuat oleh J...

    Kemendikdasmen; ijazah; Kemendikdasmen Pastikan Kemudahan Penggantian Ijazah bagi Korban Banjir Sumatera

    Kemendikdasmen Pastikan Kemudahan Pengga...

    by Dec 10 2025

    Jumlah pengunjung : 110 JAKARTA—Pemerintah memastikan bahwa para murid yang terdampak banjir dan l...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top