Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Pakar UGM Soroti Lemahnya Pengawasan Higienitas dalam Kasus Keracunan MBG di Sleman dan Lebong

    Oct 06 2025248 Dilihat

    Warta Pendidikan Jogja — Kasus keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa di Sleman, DIY dan Lebong, Bengkulu, akibat konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), memicu keprihatinan kalangan akademisi Universitas Gadjah Mada. Insiden yang terjadi berdekatan ini dinilai sebagai indikator kegagalan sistemik dalam pengelolaan makanan di lingkungan sekolah.

    Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) UGM, menegaskan bahwa temuan laboratorium menunjukkan kontaminasi oleh tiga jenis bakteri berbahaya—E. coli, Clostridium sp., dan Staphylococcus—pada sampel makanan dan muntahan siswa. Gejala yang dialami korban meliputi mual, muntah, dan diare, bahkan beberapa harus dirujuk ke fasilitas kesehatan.

    Menurut Sri Raharjo, akar persoalan terletak pada lemahnya pengawasan dalam proses penyiapan dan distribusi makanan. Ia menyoroti pentingnya kontrol terhadap waktu konsumsi, karena makanan yang telah dimasak seharusnya tidak disimpan lebih dari empat jam untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Selain itu, kualitas air yang digunakan dalam proses memasak harus bebas dari kontaminasi.

    Ia juga menekankan bahwa keterbatasan tenaga kerja dan minimnya pemahaman penjamah makanan terhadap prinsip Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) turut memperbesar risiko. “Koordinasi lintas sektor masih lemah. Diperlukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistem agar program MBG tidak berulang menjadi sumber masalah,” ujarnya.

    Sebagai solusi, Sri Raharjo mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan melalui audit berkala, pelatihan intensif bagi penjamah makanan, serta pemberian sanksi tegas terhadap pelanggaran, termasuk pencabutan izin operasional. Di sisi lain, penyedia katering perlu menerapkan metode batch cooking, memastikan penggunaan air bersih, dan melakukan uji laboratorium mandiri secara rutin.

    Tak kalah penting, ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan pangan. Siswa perlu dibiasakan mencuci tangan sebelum makan dan segera melaporkan gejala keracunan. Orang tua juga diimbau untuk memantau kualitas makanan dan menjalin komunikasi dengan pihak sekolah.

    “Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, penyedia makanan, dan masyarakat, program MBG bisa menjadi solusi gizi yang aman dan berkelanjutan bagi generasi muda,” pungkasnya.

    Author: Allif

    Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/kasus-keracunan-mbg-di-sleman-dan-lebong-pakar-ugm-sebut-minimnya-pengawasan-proses-penyiapan-makanan-higienis/

    Share to

    Related News

    Mobil Mogok di Perlintasan Kereta, Ini P...

    by Apr 29 2026

    Jumlah pengunjung : 204 Kejadian mobil yang tiba-tiba mati mesin atau “mogok” tepat di t...

    Meretas Algoritma Media Sosial Untuk Men...

    by Apr 27 2026

    Jumlah pengunjung : 210 Transisi peradaban menuju Era Digital 5.0 menghadirkan sebuah paradoks besar...

    Bahaya Tersembunyi di Balik Algoritma Ke...

    by Apr 21 2026

    Jumlah pengunjung : 153 Kita sering kali menganggap Kecerdasan Buatan (AI) sebagai hakim yang paling...

    Waspada Scam Deepfake: Suara & Wajah...

    by Dec 09 2025

    Jumlah pengunjung : 147 Penipuan digital memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar pesan teks atau akun...

    Studi Global: Bencana Alam Picu Penuruna...

    by Dec 09 2025

    Jumlah pengunjung : 118 Bencana alam membawa beragam kerugian bagi masyarakat di wilayah terdampak. ...

    Hobi Makan Mi Instan? Simak Fakta Mengej...

    by Dec 07 2025

    Jumlah pengunjung : 120 Mi instan sering menjadi solusi cepat saat lapar karena murah dan praktis. N...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top