Sharwo • Dec 06 2025 • 81 Dilihat

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan perhelatan akbar Global Innovation & Future Technology Summit (GIFTS) 2025 yang berlokasi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Kamis (4/12). Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, acara ini mengusung tema besar “Sustainable Technology for Future Earth”.
Ajang ini menjadi etalase bagi inovasi berkelanjutan yang melibatkan 43 mitra dari kalangan industri dan perusahaan rintisan (startup). Tujuan utamanya adalah membangun dialog lintas disiplin ilmu serta memperkuat kapabilitas individu maupun institusi dalam menghadapi tantangan masa depan.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menegaskan bahwa GIFTS diposisikan sebagai forum strategis untuk menjaring mitra global. Forum ini diharapkan mampu mendorong riset dan pengembangan teknologi yang tidak hanya berdampak luas, tetapi juga bertanggung jawab.
“Kegiatan ini bagian dari agenda Promoting Research and Innovation through Major and Decent Science and Technology Project, untuk memperkuat kapasitas sains dan teknologi di beberapa PKNBH, termasuk UGM,” ujar Danang.
Lebih lanjut, Danang mengapresiasi komitmen puluhan mitra yang telah berkolaborasi melalui program Innovative Academy. Ia berharap sinergi ini dapat melahirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Dengan tema yang diusung, kami berharap mampu memperkuat ekosistem inovasi UGM sebagai katalisator lahirnya inovasi baru dan startup yang memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Bidang Industri dan Kerja Sama Luar Negeri Kemdiktisaintek, Oki Earlivan Sampurno, menyoroti tantangan klasik dalam ekosistem inovasi di Indonesia. Menurutnya, seringkali terjadi hambatan komunikasi antara dunia akademik dan industri yang menyebabkan riset gagal menjadi produk nyata.
“Indonesia punya sumber daya alam, sumber daya manusia, serta inovator yang luar biasa, namun tidak semua riset dapat berkembang karena adanya perbedaan lingua franca antara akademisi dan industri. Hal inilah yang membuat investasi riset sering tidak berujung pada inovasi atau produk yang dapat di scale-up,” tutur Oki.
Oki menambahkan bahwa inovasi skala laboratorium memiliki potensi besar jika didukung modal dan kolaborasi yang tepat. Dalam sesi plenary pertama bertajuk “Exploring Government Policy Insights”, Oki kembali menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam penelitian.
“Publikasi dan riset tentu penting di kampus memang penting, tetapi yang sebenarnya ingin kita dorong adalah perubahan kerangka pikir tersebut. Jadi dari sekadar academic impact bisa menghasilkan social impact dan economic impact,” katanya.
Rangkaian acara GIFTS 2025 dimeriahkan dengan dua sesi Plenary, dua sesi Panel, lokakarya (workshop), serta pameran produk inovatif. Pada sesi plenary kedua, pembahasan berfokus pada penyelarasan inovasi industri dan universitas.
CEO Paragon and Innovation, Salman Subakat, mengakui besarnya potensi talenta yang dimiliki UGM. “Inovasi lahir dari semangat dan keberanian untuk menembus batas, demi menghasilkan sesuatu yang berbeda,” ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UGM dengan berbagai pihak strategis, meliputi 9 Venture Capital, 5 Asosiasi, dan 29 mitra pemerintah serta industri.
Kerja sama ini sekaligus meresmikan sinergi antara UGM Science Techno Park dan GIK sebagai “Ecosystem Builder for Innovation, Startup, and Venture”. Langkah ini diharapkan menjadi katalisator bagi terciptanya platform kolaborasi yang terintegrasi dan kompetitif secara global demi kemajuan ekosistem inovasi nasional.
Baca juga: Salah Sebut Status Alumni Jokowi, Layanan AI “LISA” Milik UGM Sedang Dalam Perbaikan
Sumber: UGM
Jumlah pengunjung : 22 Pelaksanaan kebijakan work from home (WFH) di lingkungan Pemerintah Daerah Da...
Jumlah pengunjung : 38 Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat identitas sebagai Kota Festival d...
Jumlah pengunjung : 42 Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta menerima hibah alat m...
Jumlah pengunjung : 55 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong para siswa untu...
Jumlah pengunjung : 64 SMP Negeri 8 Yogyakarta menerapkan sistem pengelolaan sampah mandiri di lingk...
Jumlah pengunjung : 87 Pemerintah Kabupaten Sleman memutuskan untuk belum menerapkan kebijakan work ...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.