Sharwo • Apr 29 2026 • 26 Dilihat

Kejadian mobil yang tiba-tiba mati mesin atau “mogok” tepat di tengah perlintasan kereta api sering kali berakhir dengan tragedi. Selama ini, masyarakat kerap mengaitkan fenomena ini dengan hal-hal mistis. Namun, insiden semacam ini sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah dan logis melalui perpaduan faktor teknis kelistrikan, kondisi infrastruktur, hingga psikologis manusia.
Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amarulla Octavian, baru-baru ini memberikan penjelasan berbasis sains untuk merespons kecelakaan yang melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. Menurutnya, BRIN telah melakukan kajian mendalam terkait fenomena ini.
Berikut adalah tiga faktor utama mengapa mobil sering mogok dan sulit bergerak di perlintasan kereta api:
Berdasarkan hasil kajian BRIN, penyebab utama kendaraan kehilangan tenaga di atas rel adalah paparan medan magnet yang sangat besar. Medan magnet ini muncul saat kereta api akan melintas dan bersumber langsung dari mesin lokomotif.
Kekuatan listrik dan magnet ini terhantar melalui rel kereta api hingga ke area di depannya. Saat mobil melintas ketika kereta sudah dekat, medan magnet tersebut dapat “menyambar” dan mengganggu sistem kelistrikan mesin (seperti Electronic Control Unit atau ECU).
“Jadi medan magnet yang besar itu dihasilkan oleh kereta api yang mau lewat. Jadi karena sumbernya itu di lokomotif itu besar sekali, listriknya, magnetnya itu terhantar sampai ke rel kereta api ke depan,” urai Amarulla dalam acara BRIN 5.0: Inovasi untuk Negeri di Jakarta.
Ia juga menegaskan bahwa masalah ini tidak hanya menyerang kendaraan modern. “Dari data-data teknis sebelumnya (ditemukan) tidak hanya mobil listrik, tapi mobil dengan bahan bakar juga banyak yang tidak cukup tahan terhadap pengaruh medan magnet besar ketika kereta api itu akan lewat,” tuturnya.
Selain gangguan magnetik, kondisi jalan di perlintasan itu sendiri sering kali menjadi jebakan. Perlintasan kereta api pada umumnya memiliki kontur jalan yang menanjak, bergelombang, atau tidak rata karena adanya tumpukan batu kerikil dan susunan rel baja.
Kondisi fisik ini menuntut keahlian berkendara yang presisi. Jika pengemudi (khususnya yang membawa mobil bertransmisi manual) tidak menyesuaikan bukaan gas dan momentum pedal kopling dengan tepat saat melewati rel yang menanjak, mobil sangat rentan mengalami stall atau mati mesin mendadak akibat beban putaran mesin yang terlalu berat.
Ketika mesin mobil tiba-tiba mati di atas rel, entah karena medan magnet atau salah injak pedal dan sirine peringatan kereta mulai berbunyi nyaring, pengemudi sering kali mengalami kepanikan yang luar biasa.
Faktor psikologis ini sangat fatal. Dalam kondisi panik, sistem motorik dan konsentrasi manusia menurun drastis. Akibatnya, pengemudi sering kesulitan melakukan prosedur sederhana untuk menghidupkan kembali mesin. Mereka mungkin salah menginjak pedal kopling, lupa menggeser tuas transmisi ke posisi netral, atau tidak memutar kunci kontak dengan benar. Waktu berharga yang seharusnya bisa digunakan untuk menyalakan mesin justru habis karena kepanikan.
Menyadari besarnya risiko keselamatan ini, BRIN berkomitmen untuk melanjutkan riset guna memitigasi bahaya di perlintasan sebidang. Fokus riset tersebut meliputi:
Kombinasi antara gangguan medan magnet, jalan yang tidak rata, dan kepanikan ini sering menjadi bencana di perlintasan kereta. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, tidak menerobos palang pintu perlintasan, dan memacu kendaraan dengan stabil.
Jika skenario terburuk terjadi mobil mogok dan kereta sudah terlihat atau terdengar, segera tinggalkan kendaraan Anda dan menjauh dari rel. Keselamatan nyawa Anda jauh lebih berharga daripada kendaraan apa pun.
Jumlah pengunjung : 13 Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa program revitali...
Jumlah pengunjung : 12 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa program stud...
Jumlah pengunjung : 15 Isu mengenai jumlah guru di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah muncu...
Jumlah pengunjung : 19 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengingatkan perguruan ti...
Jumlah pengunjung : 25 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengajak generasi muda Indone...
Jumlah pengunjung : 91 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara resmi melakukan ekspansi pro...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.