Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Kisah Enggis, Doktor Termuda UNY Berusia 25 Tahun

    Dec 08 2024194 Dilihat

    Warta Pendidikan Jogja – Enggista Hendriko Delano, dikenal sebagai Enggis, berhasil menyelesaikan program doktoral pada usia 25 tahun di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Prestasi ini tidak datang dengan mudah, mengingat proses program doktoral membutuhkan penelitian mendalam dan ketekunan yang tinggi.

    Enggis baru saja lulus dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Motivasi Enggis untuk mengejar pendidikan hingga S3 berakar dari kecintaannya pada penelitian. Berdasarkan laman UNY, Enggis berhasil menyelesaikan disertasi berjudul ‘Perbandingan Efek Kombinasi Modalitas Terapi dan Stretching dengan Masase Tepuksorak terhadap Nyeri, Rentang Gerak, dan Fungsi Pinggang pada Berbagai Fase Nyeri Punggung Bawah Nonspesifik’.

    Nyeri punggung bawah adalah cedera umum yang dialami oleh pekerja dengan aktivitas fisik berat. Enggis membandingkan efektivitas dua metode terapi, yaitu kombinasi elektroterapi seperti shortwave diathermy (SWD) dan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), dengan teknik pijat tradisional yang dimodifikasi menjadi metode tepuksorak. Enggis melibatkan 60 pasien dalam penelitiannya.

    Metode tepuksorak terbukti efektif dalam mengintegrasikan elemen gosok, gerak, pukul, dan tekan. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam penanganan pasien dengan cedera, yang menjadi fokus utama penelitian Enggis. Pengalaman sebagai terapis di Health and Sports Center UNY memberinya wawasan mendalam dalam mengembangkan metode ini.

    Selama masa studinya, Enggis telah mempublikasikan tiga artikel ilmiah yang terindeks Scopus, termasuk ‘A Comparison Between the Effectiveness of Tepurak Therapy Versus Deep Tissue Massage Stretching on Low Back Function in Nonspecific Low Back Pain’ (2024).

    Dengan penelitian ini, Enggis berharap bisa memberikan manfaat luas dalam dunia kesehatan, khususnya dalam teknik pemijatan untuk pasien dengan nyeri punggung. “Harapan saya, penelitian ini bisa diaplikasikan di Health and Sports Center UNY dan menjadi bahan kajian bagi mahasiswa,” ungkap Enggis.

    Author: Allif

    Sumber: https://www.detik.com/edu/edutainment/d-7676496/cerita-enggis-lulusan-doktor-termuda-uny-yang-masih-berusia-25-tahun

    Share to

    Related News

    Resmi Dibuka, Pameran Poster PIMNAS ke-3...

    by Dec 27 2025

    Jumlah pengunjung : 71 Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi membuka pintu bagi publik untuk menyaksi...

    Hasil TKA 2025 Sudah Keluar! Ini Jadwal ...

    by Dec 27 2025

    Jumlah pengunjung : 109 Pemerintah melalui Kemendikdasmen resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akad...

    Peluncuran platform Read Indonesia oleh Menteri Kebudayaan Tampilan situs Read Indonesia sebagai gerbang sastra global

    Kemenbud Luncurkan Read Indonesia: Platf...

    by Dec 25 2025

    Jumlah pengunjung : 81 JAKARTA — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi merilis platform digital ...

    e-Rapor 2025 rapor digital sekolah Kemendikdasmen sistem penilaian pendidikan digitalisasi pendidikan Dapodik transparansi penilaian siswa data rapor nasional administrasi sekolah digita

    Kemendikdasmen Dorong Digitalisasi Sekol...

    by Dec 23 2025

    Jumlah pengunjung : 116 JAKARTA— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi ...

    Saat Tangan Bersatu, Bangsa Menguat: Mak...

    by Dec 11 2025

    Jumlah pengunjung : 169 Gotong royong merupakan salah satu nilai budaya paling penting dalam kehidup...

    Sultan HB X Instruksikan Kampus Data Mah...

    by Dec 10 2025

    Jumlah pengunjung : 115 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, men...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top