Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Kisah Enggis, Doktor Termuda UNY Berusia 25 Tahun

    Dec 08 2024176 Dilihat

    Warta Pendidikan Jogja – Enggista Hendriko Delano, dikenal sebagai Enggis, berhasil menyelesaikan program doktoral pada usia 25 tahun di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Prestasi ini tidak datang dengan mudah, mengingat proses program doktoral membutuhkan penelitian mendalam dan ketekunan yang tinggi.

    Enggis baru saja lulus dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Motivasi Enggis untuk mengejar pendidikan hingga S3 berakar dari kecintaannya pada penelitian. Berdasarkan laman UNY, Enggis berhasil menyelesaikan disertasi berjudul ‘Perbandingan Efek Kombinasi Modalitas Terapi dan Stretching dengan Masase Tepuksorak terhadap Nyeri, Rentang Gerak, dan Fungsi Pinggang pada Berbagai Fase Nyeri Punggung Bawah Nonspesifik’.

    Nyeri punggung bawah adalah cedera umum yang dialami oleh pekerja dengan aktivitas fisik berat. Enggis membandingkan efektivitas dua metode terapi, yaitu kombinasi elektroterapi seperti shortwave diathermy (SWD) dan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), dengan teknik pijat tradisional yang dimodifikasi menjadi metode tepuksorak. Enggis melibatkan 60 pasien dalam penelitiannya.

    Metode tepuksorak terbukti efektif dalam mengintegrasikan elemen gosok, gerak, pukul, dan tekan. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam penanganan pasien dengan cedera, yang menjadi fokus utama penelitian Enggis. Pengalaman sebagai terapis di Health and Sports Center UNY memberinya wawasan mendalam dalam mengembangkan metode ini.

    Selama masa studinya, Enggis telah mempublikasikan tiga artikel ilmiah yang terindeks Scopus, termasuk ‘A Comparison Between the Effectiveness of Tepurak Therapy Versus Deep Tissue Massage Stretching on Low Back Function in Nonspecific Low Back Pain’ (2024).

    Dengan penelitian ini, Enggis berharap bisa memberikan manfaat luas dalam dunia kesehatan, khususnya dalam teknik pemijatan untuk pasien dengan nyeri punggung. “Harapan saya, penelitian ini bisa diaplikasikan di Health and Sports Center UNY dan menjadi bahan kajian bagi mahasiswa,” ungkap Enggis.

    Author: Allif

    Sumber: https://www.detik.com/edu/edutainment/d-7676496/cerita-enggis-lulusan-doktor-termuda-uny-yang-masih-berusia-25-tahun

    Share to

    Related News

    Penerbitan surat edaran guru non-ASN memberikan kepastian dan rasa tenang bagi guru honorer dalam menjalankan tugas mengajar.

    Penerbitan Surat Edaran Guru Non-ASN Ber...

    by May 18 2026

    Jumlah pengunjung : 11 Penerbitan surat edaran terkait guru non-ASN memberikan kepastian baru bagi p...

    Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di SD mulai 2027 dengan berbagai strategi penguatan pembelajaran.

    Strategi Penerapan Bahasa Inggris sebaga...

    by May 18 2026

    Jumlah pengunjung : 53 Pemerintah berencana menerapkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib d...

    Ditjen Risbang mendorong pendidikan menjadi bagian strategis dalam penguatan peta jalan dan agenda riset nasional.

    Penguatan Agenda Riset Nasional melalui ...

    by May 15 2026

    Jumlah pengunjung : 67 Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan terus mendorong penguatan peta jal...

    Kemendikdasmen menyiapkan redistribusi guru untuk mengatasi kekurangan sekitar 498 ribu tenaga pendidik di Indonesia.

    Redistribusi Guru Disiapkan Kemendikdasm...

    by May 13 2026

    Jumlah pengunjung : 81 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan langkah redistribusi gur...

    Tanggapan Josepha, Siswi SMAN 1 Pontiana...

    by May 13 2026

    Jumlah pengunjung : 33 Josepha Alexandra, atau yang akrab disapa Ocha, siswi dari SMAN 1 Pontianak, ...

    Viral karena Disalahkan Juri, Josepha Ki...

    by May 13 2026

    Jumlah pengunjung : 37 Aksi viral Josepha Alexandra, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak, yang den...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top