Fajar A • Aug 18 2026 • 14 Dilihat

Sebanyak 19 siswa SMP dan SMA Sekolah Tumbuh, Bantul, mengikuti program Club Coding dan Club Robotik selama Tahun Ajaran 2026/2027 untuk memperkuat pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Program yang diluncurkan pada Jumat (14/8/2026) tersebut merupakan hasil kolaborasi Sekolah Tumbuh dengan PT Vortex Buana Edumedia melalui Neon Bit dan dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengembangkan keterampilan teknologi.
Program tersebut tidak hanya mengajarkan teori mengenai teknologi, tetapi mendorong siswa melakukan eksperimen hingga menghasilkan karya. Pembelajaran menggabungkan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM), Computational Thinking, serta Project-Based Learning.
Melalui metode tersebut, siswa dilatih memahami persoalan, menyusun solusi, melakukan percobaan, serta mengembangkan ide menjadi karya berbasis teknologi. Pendekatan ini sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan berpikir komputasional dan kreativitas.
Kepala SMA Tumbuh Daya Prisandi Mandala mengatakan program tersebut dibuat setelah sekolah melihat tingginya minat siswa terhadap coding dan robotik. Dari perkiraan awal sekitar 10 peserta, jumlah peminat kemudian meningkat menjadi sekitar 19 siswa dan menjadikannya salah satu kegiatan ekstrakurikuler dengan jumlah peserta terbanyak.
“Kami melihat minat siswa terhadap coding dan robotik cukup tinggi, sehingga sekolah ingin menyediakan ruang belajar yang lebih terarah dan relevan. Dari perkiraan awal sekitar 10 siswa, ternyata program ini diikuti kurang lebih 19 siswa dan menjadi ekstrakurikuler dengan jumlah peminat terbanyak kedua,” kata Daya.
Pembelajaran berlangsung dalam dua tahap selama satu tahun ajaran. Pada semester pertama, siswa mengikuti Club Coding dengan materi 3D Game Development. Selanjutnya, semester kedua diisi dengan Club Robotik. Masing-masing kegiatan terdiri atas 10 sesi dengan durasi 60 menit setiap pertemuan.
Pelaksanaan program juga menyesuaikan karakter Sekolah Tumbuh yang menerapkan pendekatan pendidikan inklusif. Perbedaan kemampuan dan kebutuhan belajar siswa menjadi pertimbangan dalam merancang kegiatan sehingga setiap peserta dapat mengeksplorasi teknologi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
COO PT Vortex Buana Edumedia sekaligus perwakilan Neon Bit, Ahmad Syihabuddin Zankie, menilai kebijakan KKA perlu diikuti dengan pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa.
“KKA sudah masuk dalam kebijakan nasional, tetapi kebijakan tidak otomatis berubah menjadi pembelajaran. Yang menentukan bukan seberapa cepat sekolah mengadopsi istilahnya, tetapi apakah siswa benar-benar menghasilkan karya di akhir semester,” ujarnya.
Melalui Club Coding dan Club Robotik, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, berkreasi, dan berani menghasilkan karya dengan memanfaatkan teknologi.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 80 YOGYAKARTA — Di tengah derasnya arus informasi digital, buku tetap menjadi ...
Jumlah pengunjung : 110 SIDOARJO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu...
Jumlah pengunjung : 152 Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mene...
Jumlah pengunjung : 177 Penggunaan layanan teknologi finansial atau fintech di kalangan anak muda te...
Jumlah pengunjung : 143 Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan perhelatan akbar Glob...
Jumlah pengunjung : 176 Menjelang akhir tahun 2025, dunia pendidikan Indonesia akan dimeriahkan oleh...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.